Senin, 20 Agustus 2012

Pesan Pesan Imam Syafi'i

Ada beberapa atsar yang ternukil dari beliau  yang selayaknya untuk diperhatikan para pembaca  -(yang mungkin ada diantara kita yang cenderung dengan memilih madzhab yang Beliau pegang ).

Dan sebuah kewajaran jikalau orang yang terkenal keluasan ilmunya maupun kefaqihanya semisal Beliau-semoga Allah senantaisa melimpahkan rahmatnya kepada beliau- diikuti pendapatnya.
Akan tetapi perlu ada yang ditandai untuk dituliskan disini sebuah perhatian;
Bahwasanya tidaklah seluruh kebenaran bisa terkumpul seluruhnya  pada diri satu orang,terkecuali pada diri Rasulullah shallahu'alaihiwasallam.
dan hal ini sudah dianggapsebagai suatu hal yang memeng seperti itu,atau dengan kata lain pasti pernah salah dalam berpendapat,dan tidak terkecualikan beliau (Imam Syafi'i maksud penulis)

Atsar yang pertama:

ﻣﺎ ﻣﻦ ﺃﺣﺪ ﺇﻻ ﻭﺗﺬﻫﺐ ﻋﻠﻴﻪ ﺳﻨﺔ ﻟﺮﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻭﺗﻌﺰُﺏُ ﻋﻨﻪ
ﻓﻤﻬﻤﺎ ﻗﻠﺖُ ﻣﻦ ﻗﻮﻝ، ﺃﻭ ﺃﺻّﻠﺖ ﻣﻦ ﺃﺻﻞ، ﻓﻴﻪ ﻋﻦ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺧﻼﻑ ﻣﺎﻗﻠﺖ؛ ﻓﺎﻟﻘﻮﻝ ﻣﺎ ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝُ اﻟﻠﻪ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠَّﻪُ
ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ، ﻭﻫﻮ ﻗﻮﻟﻲ

"tidaklah pada seseorang melainkan telah sampai kepada dia sunnah (baca: hadist) dari Rasulullah shallahu'alaihiwasallam ataupun terluput darinya ,(oleh karena itu )maka apapun yang kukatakan dari suatu perkataan(baca:pendapat) ,ataupun yang kukaedahkan dari suatu  kaedah yang padanya(ternyata yang datang dari) Rasulullah tidak sesuai dengan apa yang kukatakan.maka perkataan (yang benar dan lebih layak diikuti adalah )apa yang dikatakan Rasululluah.dan itulah qaulku(baca: pendapatku). [1]

yang kedua:

ﺃﺟﻤﻊ اﻟﻤﺴﻠﻤﻮﻥ ﻋﻠﻰ ﺃﻥ ﻣﻦ اﺳﺘﺒﺎﻥ ﻟﻪ ﺳﻨﺔ ﻋﻦ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ؛ ﻟﻢ ﻳَﺤِﻞَّ ﻟﻪ ﺃﻥ ﻳَﺪَﻋَﻬَﺎ ﻟﻘﻮﻝ ﺃﺣﺪ .

"seluruh kaum muslimin telah bersepakat bahwasnya;
siapasaja yang telah jelas bagi dia sunnah(baca :hadist)dari Rasulullah sallallahu'alaihiwasallam tidak halal bagi dia untuk meninggalkan hadist tersebut hanya karena(membela) pendapat siapapun .[2]

yang ketiga:

ﺇﺫا ﻭﺟﺪﺗﻢ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺑﻲ ﺧﻼﻑ ﺳﻨﺔ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ؛ ﻓﻘﻮﻟﻮا ﺑﺴﻨﺔ ﺭﺳﻮﻝ
اﻟﻠﻪ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ، ﻭَﺩَﻋُﻮا ﻣﺎ ﻗﻠﺖ ".
ﻭﻓﻲ ﺭﻭاﻳﺔ: " ﻓﺎﺗﺒﻌﻮﻫﺎ، ﻭﻻ ﺗﻠﺘﻔﺘﻮا ﺇﻟﻰ ﻗﻮﻝ
ﺃﺣﺪ
"seandainya kalian jumpai di bukuku (sesuatu)bertentangan dengan sunnah Rasulullah shallallahu'alaihiwasallam ;maka berkatalah(berpendapatlah) dengan sunnahnya Rasulullah ,dan tinggalkanlah apa yang telah kukatakan.(dalam riwayat yang lain:ikutilah sunnah itu dan janganlah kamu menoleh ke pendapat siapapun"[3]

yang keempat:

ﺇﺫا ﺻﺢ اﻟﺤﺪﻳﺚ؛ ﻓﻬﻮ ﻣﺬﻫﺒﻲ 

"jika telah sahih sebuah hadist maka itulah madzhabku"[4]

yang kelima:

ﺃﻧﺘﻢ ﺃﻋﻠﻢ ﺑﺎﻟﺤﺪﻳﺚ ﻭاﻟﺮﺟﺎﻝ ﻣﻨﻲ، ﻓﺈﺫا ﻛﺎﻥ اﻟﺤﺪﻳﺚ اﻟﺼﺤﻴح  ﻓَﺄَﻋْﻠِﻤﻮﻧﻲ ﺑﻪ  ﺃﻱ ﺷﻲء ﻳﻜﻮﻥ ﻛﻮﻓﻴّﺎً ﺃﻭ ﺑﺼﺮﻳًا ﺃﻭ ﺷﺎﻣﻴﺎً ﺣﺘﻰ ﺃﺫﻫﺐ ﺇﻟﻴﻪ
ﺇﺫا ﻛﺎﻥ ﺻﺤﻴﺤﺎً
"Kalian adalah orang orang yang lebih tau tentang hadist dan para perowinya daripada aku,sendainya telah sah suatu hadist maka beritau aku!,apapun hadistnya ;hadistnya orang kufah,bashrah ,ataupun hadistnya orang Syam,sehingga aku akan berpendapat dengan hadist itu ,jikalau shahih."[5]

yang keenam:

ﻛﻞ ﻣﺴﺄﻟﺔ ﺻﺢ ﻓﻴﻬﺎ اﻟﺨﺒﺮ ﻋﻦ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻋﻨﺪ ﺃﻫﻞ اﻟﻨﻘﻞ
ﺑﺨﻼﻑ ﻣﺎ ﻗﻠﺖ؛ ﻓﺄﻧﺎ ﺭاﺟﻊ ﻋﻨﻬﺎ ﻓﻲ ﺣﻴﺎﺗي،ﻭﺑﻌﺪ ﻣﻮﺗﻲ

"semua persoalan yang telah sah suatu khabar(baca:hadist) tentangnya dari Rasulullah shallallahu'alaihiwasallam menurut ahli naql(baca :ahli hadist) yangmana(ternyata) menyelisihi apa yang pernah kukatakan,maka aku rujuk (berlepas diri dari pendapatku) karena karenanya(khabar yang telah sah tadi) dimasa hidupku maupun setelah matiku"[6]

yang ketujuh:

ﺇﺫا ﺭﺃﻳﺘﻤﻮﻧﻲ ﺃﻗﻮﻝ ﻗﻮﻻً، ﻭﻗﺪ ﺻﺢَّ ﻋﻦ اﻟﻨﺒﻲ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺧﻼﻓُﻪ؛ ﻓﺎﻋﻠﻤﻮا ﺃﻥ ﻋﻘﻠﻲ ﻗﺪ ﺫﻫﺐ

jikalau kamu melihatku berpendapat suatu pendapat ;padahal telah sahih dari Nabi penyelisihanya terhadap pendapatku ,maka ketahuilah ;akalku telah hilang"

yang kedelapan:

ﻛﻞ ﻣﺎ ﻗﻠﺖ؛ ﻓﻜﺎﻥ ﻋﻦ اﻟﻨﺒﻲ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺧﻼﻑ ﻗﻮﻟﻲ ﻣﻤﺎ ﻳﺼﺢ؛ ﻓﺤﺪﻳﺚ
اﻟﻨﺒﻲ ﺃﻭﻟﻰ، ﻓﻼ ﺗﻘﻠﺪﻭﻧﻲ

"Apapun yang kukatakan ,(bilamana mana ternyata)ada dari(hadist) Nabi sallallahu'alaihiwasallam menyelisihi perkataanku,maka hadist Nabi lebih aula(afdhal diikuti),maka janganlah kalian taklid terhadap pendapatku"[8]

kesembilan:

ﻛﻞ ﺣﺪﻳﺚ ﻋﻦ اﻟﻨﺒﻲ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ؛ ﻓﻬﻮ ﻗﻮﻟﻲ، ﻭﺇﻥ ﻟﻢ ﺗﺴﻤﻌﻮﻩ ﻣﻨﻲ

"seluruh hadist yang datang dari Nabi shallallahu'alaihiwasallam ;maka itulah pendapatku, meskipun kamu tidak mendengarkanya dariku"[9]

catatan kaki
[1] Diriwayatkan oleh Imam Hakim dengan sanadnya secara muttashil sampai ke Syfi'i sebagaimana disebut di dalam Tarikh Dimasyqy tulisan Ibnu 'Asakir(15/1/3) ,I'lamul Muwaqi'in(2/363-364)tulisan ;Ibnul Qayyim

[2] I'lamul Muqi'in (2/361);IbnulQayyim

[3] Dzammil kalam;tulisan Imam Alharawy(3/47/1),Ihtijaj bisySyafi'i(2/8) :Qhatib,Ibnu 'Asakir:Tarikh Addimasyqy(15/9/1),Majmu' karangan Nawawy(1/63) ,I'lamul Muqi'in(2/361);IbnulQayyim,Alfalaany:Iiqhadzul Himam(hal:100),Alhilyah(9/107);Abu Nu'aim,Shahih Ibnu Hibban(3/284-Al ihsaan)

[4] AnNawawi didalam AlMajmu',AsSya'raany;Almizaan(1/57)),Al "Iiqadz"(hal:107);Alfalaany

[5] AdabuSySyafi'i; Ibnu Aby Hatim(hal:94-95),Alhilyah(9/106);Abu Nu'aim,Ihtijaj bisySyafi'i(1/7) Ibnu 'Asakir(15/9/1);tarikh Addimasyqy,Al Intiqa'(hal:75);ibnu 'Abdil Barr,Manaqib Imam Ahmad(hal:499):Ibnul jauzy,Alharawy;Dzammil Kalam:(2/47/2).
tambahan;perkataan Imam Syafi'i :"kalian..."maksudnya adalah ;Imam Ahmad,dan Ibnu Aby Hatim.

[6] Alhilyah(9/107);Abu Nu'aim,Alharawy:Dzammil Kalam(1/47),I'lamul Muqi'in(2/363);Ibnul Qayyim,Alfalaany;'Al Iiqadz(hal:104)

[7]AdabusySyafi'i(hal:93),AbulQasim AsSamarqandy didalam 'Al Amaaly'sebagaimana didalam AlMuntaqa'(1/234);Aby Hafs Al Muaddib,Alhilyah(9/106);Abu Nu'aim,Ibnu 'Asaakir(15/10/1):At Taarikh

[8]Ibnu Aby Hatim:Adabu Syafi'i(hal:93),

[9] Ibnu Aby Hatim(93-94)

Sumber:
Ashlu Shifati Sholatin Naby karangan; Imam Nashiruddin Al Albany. 

Published with Blogger-droid v2.0.2

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar